Kalo udah
jam-jam segini yang ditunggu itu bukan lagi film Box Office ato yang lain, tapi
setiap jam 10.30pm di metro tipi, yak Stand Up Comedy (SUC). Kalo selasa ada
Open Mic, Rabu ada Stand Up Comedy Show, kamis ada Battle of Comics. Awal gue
tau yaa dari kompas tipi, ada ajang Stand Up Comedy Indonesia gitu. Bahkan sekarang,
saking ‘booming’ nya, setiap kota sudah punya komunitas nya, termasuk di
Bekasi. Tepatnya di Coffee Toffee kalimalang setiap kamis malam, bagi ‘comic-comic’
pemula atau yang mau nge-test materi nya, tinggal daftar, terus open mic! Gratis
pula.
Udah
2x gue dateng ke CofTof. Kurang lebih ada 20an comic tiap minggu nya yang maju
open mic. Ada yang lucu, setengah lucu, sampai ga lucu sama sekali. Yang paling
parah adalah, udah ga lucu, ngomong nya pun ga jelas, hahahahaa. Memang ‘materi’
untuk SUC itu susah-susah gampang. Harus uptodate, orisinil dan yg penting
adalah ‘delivery’ nya. Sering gue denger, SUC itu adalah ‘smart comedy’. Jadi harus
berpikiran terbuka dan tidak mudah tersinggung jika ingin menikmati SUC ini.
Sepengetahuan
gue sebagai orang awam, SUC adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di
depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian akan melakukan
one man show. Melemparkan lelucon melalui ‘monolog’ atau ‘statement’ dalam satu
kalimat yang mengandung humor. Para komedian membawaan cerita singkat yang
lucu, jokes singkat (disebut dengan bit) dan one liners, yang
lazimnya tipe ini disebut dengan aksi pertunjukan monoloque atau comedy
routine. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk
tampil dalam 20-30 menit, untuk pemula biasanya diberi waktu 5 sampai 7 menit.
Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka.
Meskipun Stand Up Comedy, pelawak ngga harus terus menerus berdiri, beberapa
pelawak menyampkain sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita. Beberapa stand
up comic ada yang menggunakan property (alat bantu), musik atau trik
sulap untuk melancarkan aksi pertunjukan mereka. Tetapi itu merupakan
“perkembangan” dari SUC yang umumnya tanpa peralatan, bahkan penampilan kostum/
make up. Dalam sejarahnya, Stand Up Comedy sendiri telah ada si abad ke
18 di Eropa dan Amerika. Pelaku atau komedian ini biasa disebut dengan “stand
up comic” atau “comic”.
“Cobalah
serius untuk tidak serius“
Ucapan
Ramon Papana di atas itu sering gue denger dan cukup membingungkan. Tapi jika
dipahami lagi, bahwa makna dari ucapan itu adalah resep yang harus dipegang
teguh oleh seorang Comic dalam stand up comedy. Menurut Ramon -yang
belakangan dikenal sebagai the legend of stand up comedy-, meski hasil
akhir seorang Comic membuat penonton tertawa, sebetulnya materi yang dibawakan
merupakan hasil kerja serius yang sudah dipikirkan masak-masak. Be serious,
itu salah satu teknik dalam stand up comedy.
SUC
lebih sering ditampilkan di comedy clubs, bar, gedung pertunjukan,
kampus-kampus, maupun teater. Tapi tidak ada batasan, dimana seharusnya
pertunjukan SUC digelar. Seringkali sekarang para comic terkenal mengadakan
pertunjukan di gedung besar, ballroom, bahkan stadion outdoor. Di
Amerika, sekarang orang mengenal SUC sebagai satu cara termudah untuk masuk ke
dunia entertainment dan sukses sebagai artis. Belakangan setelah Kompas
tipi dan Metro tipi membuat program SUC, yakni Stand Up Comedy
Indonesia dan Stand Up Comedy Show, muncul komedian-komedian baru
yang mulai terkenal, di antaranya Mongol, Soleh Solihun, Ryan, Ernest Prakasa,
Sammy, Acho, dan masih banyak lagi.
Stand-up
comedy sekarang sedang trend di Indonesia. Sejumlah kafe menawarkan
lawakan tunggal itu yang tidak sarkastis dan cenderung mengeksplorasi kemampuan
komunikasi sang komedian. Acara ini makin digemari. Yah ini lah.. a SMART COMEDY.
Wassalam.

No comments:
Post a Comment