Thursday, February 23, 2012

a SMART comedy


Kalo udah jam-jam segini yang ditunggu itu bukan lagi film Box Office ato yang lain, tapi setiap jam 10.30pm di metro tipi, yak Stand Up Comedy (SUC). Kalo selasa ada Open Mic, Rabu ada Stand Up Comedy Show, kamis ada Battle of Comics. Awal gue tau yaa dari kompas tipi, ada ajang Stand Up Comedy Indonesia gitu. Bahkan sekarang, saking ‘booming’ nya, setiap kota sudah punya komunitas nya, termasuk di Bekasi. Tepatnya di Coffee Toffee kalimalang setiap kamis malam, bagi ‘comic-comic’ pemula atau yang mau nge-test materi nya, tinggal daftar, terus open mic! Gratis pula.

Udah 2x gue dateng ke CofTof. Kurang lebih ada 20an comic tiap minggu nya yang maju open mic. Ada yang lucu, setengah lucu, sampai ga lucu sama sekali. Yang paling parah adalah, udah ga lucu, ngomong nya pun ga jelas, hahahahaa. Memang ‘materi’ untuk SUC itu susah-susah gampang. Harus uptodate, orisinil dan yg penting adalah ‘delivery’ nya. Sering gue denger, SUC itu adalah ‘smart comedy’. Jadi harus berpikiran terbuka dan tidak mudah tersinggung jika ingin menikmati SUC ini.

Sepengetahuan gue sebagai orang awam, SUC adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian akan melakukan one man show. Melemparkan lelucon melalui ‘monolog’ atau ‘statement’ dalam satu kalimat yang mengandung humor. Para komedian membawaan cerita singkat yang lucu, jokes singkat (disebut dengan bit) dan one liners, yang lazimnya tipe ini disebut dengan aksi pertunjukan monoloque atau comedy routine. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil dalam 20-30 menit, untuk pemula biasanya diberi waktu 5 sampai 7 menit. Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun Stand Up Comedy, pelawak ngga harus terus menerus berdiri, beberapa pelawak menyampkain sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita. Beberapa stand up comic ada yang menggunakan property (alat bantu), musik atau trik sulap untuk melancarkan aksi pertunjukan mereka. Tetapi itu merupakan “perkembangan” dari SUC yang umumnya tanpa peralatan, bahkan penampilan kostum/ make up. Dalam sejarahnya, Stand Up Comedy sendiri telah ada si abad ke 18 di Eropa dan Amerika. Pelaku atau komedian ini biasa disebut dengan “stand up comic” atau “comic”.

Cobalah serius untuk tidak serius
Ucapan Ramon Papana di atas itu sering gue denger dan cukup membingungkan. Tapi jika dipahami lagi, bahwa makna dari ucapan itu adalah resep yang harus dipegang teguh oleh seorang Comic dalam stand up comedy. Menurut Ramon -yang belakangan dikenal sebagai the legend of stand up comedy-, meski hasil akhir seorang Comic membuat penonton tertawa, sebetulnya materi yang dibawakan merupakan hasil kerja serius yang sudah dipikirkan masak-masak. Be serious, itu salah satu teknik dalam stand up comedy.

SUC lebih sering ditampilkan di comedy clubs, bar, gedung pertunjukan, kampus-kampus, maupun teater. Tapi tidak ada batasan, dimana seharusnya pertunjukan SUC digelar. Seringkali sekarang para comic terkenal mengadakan pertunjukan di gedung besar, ballroom, bahkan stadion outdoor. Di Amerika, sekarang orang mengenal SUC sebagai satu cara termudah untuk masuk ke dunia entertainment dan sukses sebagai artis. Belakangan setelah Kompas tipi dan Metro tipi membuat program SUC, yakni Stand Up Comedy Indonesia dan Stand Up Comedy Show, muncul komedian-komedian baru yang mulai terkenal, di antaranya Mongol, Soleh Solihun, Ryan, Ernest Prakasa, Sammy, Acho, dan masih banyak lagi.

Stand-up comedy sekarang sedang trend di Indonesia. Sejumlah kafe menawarkan lawakan tunggal itu yang tidak sarkastis dan cenderung mengeksplorasi kemampuan komunikasi sang komedian. Acara ini makin digemari. Yah ini lah.. a SMART COMEDY.

Wassalam.

No comments:

Post a Comment