Tiba-tiba hasrat untuk kembali menulis kembali tinggi, karena banyak melihat berita-berita yang ada di tipi. salah satu nya, kali ini gue coba ngebahas tentang pembatasan BBM Bersubsidi.
Rencananya pemerintah bakal membatasi akses BBM bersubsidi secara bertahap mulai Mei mendatang. Menurut yang gue tonton tadi, Ketua Departemen Keuangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ikhsan Modjo mengatakan, setidaknya ada tiga faktor di balik pengambilan keputusan tersebut. "Pertama, karena populasi kendaraan bermotor yang terus melonjak, Faktor kedua, konsumsi BBM bersubsidi tidak tepat sasaran. Sekitar 53 persen BBM bersubsidi justru dinikmati oleh orang dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas. "Rakyat kecil justru tidak bisa menikmati subsidi." Ketiga, harga minyak dunia yang terus mengalami tren kenaikan. Ikhsan mencontohkan pada kondisi pada tahun 2008. Saat itu harga minyak dunia mencapai USD 130 per barel. Kuota subsidi yang ditentukan dalam APBNP tahun itu sebanyak 42 juta kiloliter. Hasilnya, pada akhir tahun konsumsi melebihi kuota pada 43,5 juta kiloliter. "Kalau dibiarkan, pada tahun ini pun pasti melebihi kuota."
Dan Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, presiden akan mengumumkan diberlakukannya pembatasan BBM 1500 cc pada 1 Mei mendatang. Sudah dipastikan berarti, untuk per 1 Mei nanti, mobil-mobil yang ber-cc diatas 1500cc dan Mobil Dinas Pemerintahan TIDAK BOLEH menggunakan BBM Bersubsidi. Kebijakan pembatasan tersebut dituangkan dalam peraturan pemerintah/ yang terdiri dari peraturan menteri dan peraturan presiden.
Tetaaaaapiiiiii, ini baru tahap awal, Pada 60 hari berikutnya, pelarangan akan diterapkan pada mobil pribadi di Jabodetabek. Periode 90 hari berikutnya, zona larangan diperluas hingga Pulau Jawa. Dan nantinya akan meliputi seluruh Indonesia, wakwaooo..
Tapi ada yang menarik, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menyebut ada kepentingan asing yang bermain dalam kebijakan pemerintah tersebut. "Ada kepentingan asing (dalam pembatasan BBM bersubsidi)," kata Pengurus Harian YLKI. Nah Loh!
Dengan asumsi kualitas dan pelayanan yang lebih unggul, konsumen diperkirakan akan beralih ke SPBU asing daripada SPBU Pertamina. Kebijakan ini juga akan meningkatkan kebutuhan pasokan impor terhadap BBM jenis pertamax. "Lagi-lagi industri minyak asing yang diuntungkan," begitu menurut YLKI.
Sementara itu, Ikhsan Modjo kembali menuturkan, konteks asing ini semestinya tidak menjadi perdebatan sepanjang konsumen diuntungkan. Kebijakan ini, menurut dia, justru untuk memicu Pertamina untuk meningkatkan daya saing. "Lagipula dari berbagai SPBU asing yang beroperasi, cuma Shell yang impor dari Singapura. Lainnya beli dari Pertamina," tukasnya.
Pro-Kontra pasti kembali akan muncul, tinggal kembali ke kita nya saja bagaimana menyikapi hal ini. Kalo dari gue, selama mobil gue yang 1300cc masih boleh memakai BBM Subsidi, yaa gue ga akan beralih ke Pertamax, apalagi Pertamax Plus, hahahaa, KECUALI memang sudah ada peraturan nya untuk TIDAK lagi memakai BBM berSubsidi. Gak usak pake demo-demo apalagi sampe rusuh, hadeuh hari gini masih aja rusuh.. *peace*

No comments:
Post a Comment