Thursday, February 23, 2012

a SMART comedy


Kalo udah jam-jam segini yang ditunggu itu bukan lagi film Box Office ato yang lain, tapi setiap jam 10.30pm di metro tipi, yak Stand Up Comedy (SUC). Kalo selasa ada Open Mic, Rabu ada Stand Up Comedy Show, kamis ada Battle of Comics. Awal gue tau yaa dari kompas tipi, ada ajang Stand Up Comedy Indonesia gitu. Bahkan sekarang, saking ‘booming’ nya, setiap kota sudah punya komunitas nya, termasuk di Bekasi. Tepatnya di Coffee Toffee kalimalang setiap kamis malam, bagi ‘comic-comic’ pemula atau yang mau nge-test materi nya, tinggal daftar, terus open mic! Gratis pula.

Udah 2x gue dateng ke CofTof. Kurang lebih ada 20an comic tiap minggu nya yang maju open mic. Ada yang lucu, setengah lucu, sampai ga lucu sama sekali. Yang paling parah adalah, udah ga lucu, ngomong nya pun ga jelas, hahahahaa. Memang ‘materi’ untuk SUC itu susah-susah gampang. Harus uptodate, orisinil dan yg penting adalah ‘delivery’ nya. Sering gue denger, SUC itu adalah ‘smart comedy’. Jadi harus berpikiran terbuka dan tidak mudah tersinggung jika ingin menikmati SUC ini.

Sepengetahuan gue sebagai orang awam, SUC adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian akan melakukan one man show. Melemparkan lelucon melalui ‘monolog’ atau ‘statement’ dalam satu kalimat yang mengandung humor. Para komedian membawaan cerita singkat yang lucu, jokes singkat (disebut dengan bit) dan one liners, yang lazimnya tipe ini disebut dengan aksi pertunjukan monoloque atau comedy routine. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil dalam 20-30 menit, untuk pemula biasanya diberi waktu 5 sampai 7 menit. Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun Stand Up Comedy, pelawak ngga harus terus menerus berdiri, beberapa pelawak menyampkain sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita. Beberapa stand up comic ada yang menggunakan property (alat bantu), musik atau trik sulap untuk melancarkan aksi pertunjukan mereka. Tetapi itu merupakan “perkembangan” dari SUC yang umumnya tanpa peralatan, bahkan penampilan kostum/ make up. Dalam sejarahnya, Stand Up Comedy sendiri telah ada si abad ke 18 di Eropa dan Amerika. Pelaku atau komedian ini biasa disebut dengan “stand up comic” atau “comic”.

Cobalah serius untuk tidak serius
Ucapan Ramon Papana di atas itu sering gue denger dan cukup membingungkan. Tapi jika dipahami lagi, bahwa makna dari ucapan itu adalah resep yang harus dipegang teguh oleh seorang Comic dalam stand up comedy. Menurut Ramon -yang belakangan dikenal sebagai the legend of stand up comedy-, meski hasil akhir seorang Comic membuat penonton tertawa, sebetulnya materi yang dibawakan merupakan hasil kerja serius yang sudah dipikirkan masak-masak. Be serious, itu salah satu teknik dalam stand up comedy.

SUC lebih sering ditampilkan di comedy clubs, bar, gedung pertunjukan, kampus-kampus, maupun teater. Tapi tidak ada batasan, dimana seharusnya pertunjukan SUC digelar. Seringkali sekarang para comic terkenal mengadakan pertunjukan di gedung besar, ballroom, bahkan stadion outdoor. Di Amerika, sekarang orang mengenal SUC sebagai satu cara termudah untuk masuk ke dunia entertainment dan sukses sebagai artis. Belakangan setelah Kompas tipi dan Metro tipi membuat program SUC, yakni Stand Up Comedy Indonesia dan Stand Up Comedy Show, muncul komedian-komedian baru yang mulai terkenal, di antaranya Mongol, Soleh Solihun, Ryan, Ernest Prakasa, Sammy, Acho, dan masih banyak lagi.

Stand-up comedy sekarang sedang trend di Indonesia. Sejumlah kafe menawarkan lawakan tunggal itu yang tidak sarkastis dan cenderung mengeksplorasi kemampuan komunikasi sang komedian. Acara ini makin digemari. Yah ini lah.. a SMART COMEDY.

Wassalam.

Monday, February 20, 2012

Preman 'bersorban'


Hadeuh, berita di tipi isinya serem-serem amat.. Kecelakaan lah, demo buruh, si John Kei, dan lagi-lagi FPI. Cuma bisa ngelus dada.. (dada-nya jupe, HAISSSSSSSSSSSSHH!!). ngomong-ngomong soal FPI ga ada abis nya emang dah..

FPI menjadi sangat terkenal karena aksi-aksinya yang kontroversial sejak tahun 1998, terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam. Rangkaian aksi penutupan klab malam, tempat pelacuran dan tempat-tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat (menurut mereka loh..), ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu, konflik dengan organisasi berbasis agama lain adalah wajah FPI yang paling sering diperlihatkan dalam media massacitation needed (assik.. keren kan bahasa gue..)

Karena aksi-aksi kekerasan mereka itulah masyarakat resah, termasuk dari golongan Islam sendiri, beberapa ormas menuntut agar FPI dibubarkan. walaupun FPI membawa nama agama Islam, pada kenyataannya tindakan mereka bertentangan dengan prinsip dan ajaran Islami, bahkan tidak jarang menjurus ke vandalisme. Sedangkan si FPI membela diri, tindakan itu dilakukan oleh oknum-oknum yang kurang / tidak memahami Prosedur Standar FPI (preeet..!)

Insiden Monas adalah sebutan media untuk peristiwa penyerangan yang dilakukan FPI terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) di silang Monas pada tanggal 1 Juni 2008. setelah peristiwa tersebut gue inget, Pak BeYe mengadakan Rapat Koordinasi Polkam yang membahas aksi kekerasan tersebut. Presiden dalam jumpa persnya mengatakan negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan, menambahkan bahwa aksi-aksi kekerasan telah mencoreng nama baik di dalam dan di luar negeri. But after that??? Wakwaooo bhussssssssssshhhh... gone..

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, harus mengevaluasi sejumlah organisasi kemasyarakatan, terutama yang sering melakukan tindakan anarkis. lalu dievaluasi apakah ormas itu terdaftar atau tidak di Kemendagri. Selama ini aparat tidak ada yang menindak ormas FPI yang melakukan tindakan kekerasan, sehingga menjadi besar kepala. Ini menunjukkan adanya oknum aparat yang membekingi FPI selama ini. Seperti peristiwa pemukulan terhadap massa "Gerakan #IndonesiaTanpaFPI” di Bundaran HI kemarin. Hal ini tidak lepas dari dasar pembentukannya oleh kelompok pembesar dengan tujuan dipakai untuk "back up" aksi-aksi yang tidak bisa menggunakan aparatur negara. Mengenai adanya penolakan dari warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengenai keberadaan salah satu ormas FPI, menurut gue, masukan masyarakat menolak atau menerima ormas adalah bagian demokrasi yang harus dijunjung tinggi. Siapa yang merusak atau melanggar nilai-nilai Pancasila pasti masyarakat mempunyai reaksi. Reaksi dari masyarakat itu adalah bagian-bagian bahwa nilai-nilai DNA darah orang Indonesia itu menjunjung tinggi Pancasila. Jika yang terjadi adalah anarkisme atau kekerasan terhadap pihak lain, yang merugikan dan terbukti sah secara hukum, maka kewajiban aparat untuk segera menindak, menangkap pelaku dan membubarkan ormas yang melakukan kekerasan tersebut. Masalahnya jika terjadi konflik horizontal, kerugian bagi semua.

Kalau memang kalian semua wahai FPI percaya sama ajaran hari pembalasan, seperti kata temen ane, “ngapain capek-capek dan mesti repot-repot menjadi ‘hakim’nya!”. Tapi kalau dipikir-pikir juga, FPI itu ada guna nya juga loh. Gue bisa belajar gimana tetap terlihat suci padahal berlumuran dosa, hahaahahahaa (astaghfirullah.. maapin aim yaa awoh).

Yaah sudahlah yah.. cape ngomongin mereka. Mending makan “double dutch”.

Wassalam.

Saturday, February 18, 2012

NON MOLLARE MAI..


Yah, satu kata .. MENGENASKAN.

5 pertandingan terakhir Internazionale berakhir sangat-sangat mengenaskan. Ketika bertandang ke Via Del Mare, Lecce berhasil mengalahkan Inter dengan skor 1-0. Pekan selanjutnya di Meazza, sangat-sangat aneh, Diego ‘Principe’ Milito berhasil membobol gawang Palermo dengan 4 gol, yak Quad-Trick! Tapi hasil akhir berbicara lain, skor 4-4 tercipta! Pekan selanjutnya Inter tandang ke Olimpico Roma, dan hasil akhir 4-0 untuk Roma. Kembali bermain di Meazza pekan selanjutnya, Inter ditantang klub juru kunci, Novara. Dan hasil akhir sangat-sangat mengejutkan, Inter kalah lagi 0-1. Omaigat. Dan dini hari tadi, lagi-lagi di Meazza.. alih-alih akan bangkit, skuat Ranieri kembali takluk 0-3. Ini merupakan kekalahan ke-10 musim ini.. 5 pertandingan, gol 4x dan kemasukan 13x.. catatan yang sangat-sangat buruk.. (“anjrit tekanan batin gue nulis semua ini..”)

Pada akhir babak pertama, dini hari tadi, sang presiden, Massimo Moratti meninggalkan Meazza, ini adalah hal-hal yang sangat-sangat jarang dia lakukan. Pertanda Ranieri akan ‘dilengserkan’ seperti yang lalu-lalu??? Masih belum ada kejelasan sampai detik ini. Menurut gue, tidak semua kesalahan ada di Ranieri, ingat, dia lah yang mengakat Inter dari peringkat bawah sampai pekan ke-24 ini ada di peringkat 6.

Mungkin beberapa hari kedepan akan terjadi 3 opsi ini yang akan dilakukan oleh Moratti,

Mengkonfirmasi posisi Ranieri, saat sekarang, pilihan ini adalah hal yang paling rasional, karena sang president pasti tau betapa pentingnya pertandingan melawan Marseille di UCL Rabu depan. Ini akan menjadi sulit jika membuat keputusan untuk mengganti pelatih sekarang. Dan kemungkinan, Moratti baru akan mengevaluasi ‘kursi panas’ Ranieri setelah nya. Setelah pertandingan dini hari tadi ,Ranieri meminta maaf, dan berkomitmen, bahwa dia tidak akan mengundurkan diri.

Opsi kedua yaitu, Beppe Baresi. Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Setelah beberapa tahun melatih di ‘youth level’, Baresi bisa saja terpilih dalam hal ini menjadi ‘caretaker’ Inter sampai akhir musim. Baresi sangat-sangat paham akan ‘lingkungan’ di Appiano Gentile.

Opsi ketiga bisa dibilang ‘Crazy Idea’, yaitu memilih Luis Figo. Yess benar sekali, Luis Figo. Dia yang kini menjabat direksi internal di Inter, bisa saja muncul sebagai ‘caretaker’ untuk menggantikan Ranieri.
Mungkin masih ada 2 nama lagi, yaitu Fabio Capello yang ‘mengganggur’ setelah mengundurkan diri dari timnas Inggris, tapi tidak mungkin Don Capello mau menerima kontrak untuk sampai akhir musim saja, dan satu lagi Roberto Baggio, tapi nama terakhir masih dalam pelatihan untuk mempunyai sertifikat kepelatihan.

Kita lihat beberapa hari kedepan akan terjadi apa. Tetapi, apapun yang terjadi, hati ini, jiwa ini tetap BIRU-HITAM. Javier Zanetti pernah mengatakan, “..JIKA KALIAN TIDAK INGIN MENDUKUNG KAMI DISAAT KALAH,  MAKA JANGAN BERSORAK KETIKA KAMI MENANG..”, aye..aye.. Captain!!
FORZA INTER! NON MOLLARE MAE! INTER PER SEMPRE! TIAMO INTER!

Wednesday, February 15, 2012

Siklus 5 Tahunan .. Bisakah Kita Merubah 'jargon' itu ???


Kenapa keinginan untuk menulis itu dateng pada jam-jam segini.. ngantuk sebenernya.. tapi ketika ngantuk itulah ‘inspirasi’ berdatangan.. haisssh

Periode Januari sampai Februari ini, ketika membuka mata di pagi hari, langit terlihat abu-abu, matahari masih malu-malu menampakkan dirinya.. eh pas siang bolong bener-bener nunjukin ‘kebulatan’ nya.. terang beneeeeer.. sampai sore, awan ‘abu-abu’ itu kembali lagi.. eeeeh tau-tau ujan, agak rempong juga ngadepin nya. Akibat ‘badai matahari’ kah?? Atau pancaroba biasa.. fenomena banjir 5 taunan pun masih terbayang-bayang hingga kini, karena sampai februari ini, intensitas curah hujan masih tinggi. Belum lagi kiriman dari Katulampa..

Ngomongin banjir mungkin ga ada abis nya. Apalagi tentang ke’parno’an siklus 5 taun yang menakutkan, terakhir terjadi .. kapan yah?! Skrg 2012, berarti .. dikurang 5 .. hmmmmm .. 2007! Yah bener 2007, ketika itu, curah hujan memang besar banget, khusus nya dibulan Januari. Sampai pada akhirnya, di bulan februari, banjir pun ‘menjajah’ Jakarta dan sekitarnya, termasuk kota yang tercinta ini, bekesiong.. rumah gue yang ga ada sejarahnya dihampiri pun sampe di ‘datengin’ sama itu yang nama nya banjir.. walau cuma semata kaki, yaa tetep aja.. ini adalah fenomena. Dan sekarang 2012, siklus itu pun ditengarai akan datang lagi..

Tapi semua ini terjadi mungkin karena kita-kita juga. Kenapa?? Mungkin kita harus belajar akan tanggung jawab! gak usah jauh-jauh deh mikir nyah, disekitaran kita aja, coba liat, kita sering banget buang sampah ngasal.. bahasa keren nya sembarangan. Got di depan rumah pun kering dan udah dangkal. Pohon-pohon atau lahan hijau udah sedikit banget di depan rumah atau diperumahan, khusus nya perum atu nih.. kgk ada lahan hijau nya. Apalagi di kota-kota besar.. lahan hijau telah berganti menjadi mal-mal.. lahan hijau telah berubah menjadi jalanan nan nan nan.. lahan hijau telah bertranformasi menjadi ruko-ruko ko ko ko ko.. (kenapa jadi ada ‘echo’ nya..), sehingga drainase pun terlupakan, mungkin drainase yang sudah ada pun terlupakan, a.k.a tak ter urus. Disinilah mungkin peran pemerintah sebenernya yang harus dibenahi.

Mungkin kita harus berhenti menyalahkan pemerintah , berhenti menyalahkan ini-itu, blabla.. ayo mulai dari diri kita sendiri. Mulai untuk belajar bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar, dimulai dari rumah. Itu aja sih.. bertanggung jawab dimulai dari rumah, dimulai dari gue, dari gue, dari gue.. kalo kata iklan, talk less do more!  Kalo diri kita semua udah bisa bertanggung jawab atas diri kita sendiri, gue yakin, ke’parno’an akan siklus banjir 5 taunan itu akan hilang dengan sendiri nya.. walau terlepas dari faktor-faktor no teknis, se-nggak nya meminimalisir lah.. setuju gak?? Setuju dong pastinya (pede..)

Banjir pada hakikatnya hanyalah salah satu output dari pengelolaan DAS yang tidak tepat. Bisa dilihat dengan pembangunan-pembangunan lahan yang makin menggila.. sehingga aliran DAS mungkin telah berubah fungsi. Ada beberapa faktor non-teknis memang seperti yang gue bilang tadi, Curah hujan yang tinggi, karakteristik DAS, saluran drainase, perubahan penggunaan lahan, dan sebagainya. Mungkin sekedar saran aja bagi orang-orang di’atas’ sana, penanganan banjir, khusus nya di Jakarta dapat dilakukan dengan pendekatan sipil teknis dan pendekatan vegetatif. Pendekatan sipil teknis adalah dengan membuat bangunan yang dapat membantu mengendalikan aliran permukaan . Sedangkan secara vegetatif adalah melalui kegiatan pertanaman, yaa penghijauan tadi.. dimulai dari diri kita, dari rumah.. (assik :p)

Banjir harus diakui dulu sebagai fenomena yang dapat terjadi dan bukan hanya gejala alam. Untuk itu banjir tidak pula disakiti tetapi harus disikapi dan diupayakan penanganannya sesuai dengan sifat air. Balik lagi, dimulai dari diri kita. Belajar ber-tanggung jawab.
Diperlukan pengembangan kesadaran pada seluruh pihak terkait (institusi birokrasi, institusi Politik, swasta dan masyarakat) untuk memberikan perhatian khusus terhadap fenomena banjir dan mengupayakan penanganan yang sesuai bidangnya.

Yaah sudah lah.. amunisinya udah abis.. mata udah berat banget.. otak udah nyuruh berhenti.. shut down.

Wassalam.

Tuesday, February 14, 2012

Traffic .. Oh .. Traffic

8.05pm,
huaaah seger abis mandi.. seharian dijalan, sekarang saatnya merenggangkan otot-otot yang tegang.. udah dikasur, minum teh manis anget, buka leptop, mari kita menulis..
  
selama perjalanan menuju rumah tadi, hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat gue, atau mungkin kita semua pusing, kesal, dan uring-uringan akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana aja menurut gue, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan. Kemacetan di Jakarta itu setiap saat. Ga peduli pagi, siang, sore, malem, dini hari pun masih. Jadi mungkin kuncinya adalah manejemen waktu. Yaitu dimana kita bisa mengatur waktu kita dalam mengatur kapan kita akan bepergian.

Permasalahan kemacetan kalau kita lihat sekarang ini selalu diselesaikan dengan pembangunan jalan. Jalan tol atau jembatan layang, itu bukan solusi. Karena setiap penambahan jalur baru akan menciptakan kemacetan baru. Bener ga?? Ditambah selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas, termasuk gue sendiri (kadang-kadang..), mungkin solusi dari masalah kemacetan tersebut mungkin adalah di transportasi. Sehingga harus ada pembenahan di sektor transportasi publik.

Beberapa cara telah ditempuh dalam mengatasi kemacetan, seperti memberlakukan 3in1 pada jalan-jalan tertentu dan membangun transportasi busway, tapi nampaknya usaha tersebut tetap saja tidak bisa mengatasi kemacetan. Khusus untuk busway, transportasi massal jenis ini memang sangat dibutuhkan, tapi bukan untuk mengatasi kemacetan, justru sebaliknya, karena jalan yang digunakan oleh busway tidak dibarengi dengan pelebaran jalan, sehingga jalan semakin sempit akibatnya makin menimbulkan kemacetan. Di samping itu masyarakat pengguna busway justru dimonopoli oleh masyarakat yang notabene tidak memiliki kendaraan roda empat. Bener?? Pertanyaan nya sekarang adalah, bagaimana caranya pengguna kendaraan roda empat beralih ke busway?? Jujur gue sendiri males beralih ke busway, kenapa?? Selain menuju busway nya mesti ngangkot dulu, di dalem busway terlihat sumpek, dan haltenya pun masih membingungkan. Jadi yaa lebih prefer pakai motor atau yaa yang pasti-pasti aja, mobil.

Tapi gue tekankan disini, gue prefer memilih kendaraan pribadi, dan gue siap dengan segala konsekuensi nya, salah satu nya yaa kemacetan. Dan gue selama ini menikmati kemacetan tersebut, karena gue yang memilih untuk memakai kendaraan pribadi, jadi gak akan pernah komplen. Apalagi sampai galau tentang kemacetan di twitter, hadeuh gak banget. Agak bingung sih sama yang sering galau di twitter yang slalu mengeluh akan kemacetan. Come on, kita sendiri kan yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik motor atau mobil. Jadi yaa nikmatin aja perjalanan nya, jangan mengeluh, dan akhirnya tidak tertib dijalan, apalagi sampe mengambil alih fungsi trotoar, yang disitu terdapat hak nya para pedestrian.. duh parah parah parah. Atau gampangnya yaa pakai transportasi masal kalo gak mau cape nyetir motor atau mobil, gampang toh, walau kena macet yaa tinggal duduk manis. Jangan bisanya ngeluh + nge-galau di twitter (sori buat yang tersungging, eh tersinggung..)

mungkin bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan, antara lain:

1. Jalur 3in1 lebih diperluas wilayahnya dan tidak menggunakan batas waktu.

2. Jalan-jalan yang dilalui busway yang menyebabkan penyempitan badan jalan harus segera diperlebar.

3. Membangun transportasi massal lain, seperti misalnya subway atau monorel, gak peduli biaya nya berapa, bukan urusan gue itu, hahaha.

4. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi. Ini juga dapat mengurangi polusi.

5. Memperbanyak dan terus menerus mengingatkan masyarakat melalui spanduk, brosur, ataupun iklan tentang disiplin berlalu lintas. Baik di media Cetak ataupun media elektronik.

6. Mengganti alat transportasi anda, bukan kendaraan bermotor, bukan transportasi masal, tapi SEPEDA. Bike 2 Work. Selain bebas polusi, Sehat, Bebas Macet, walau mungkin akan lebih sering untuk mampir ke warteg-warteg terdekat karena ‘pembakaran’ lebih banyak, hahaha

Apa yg gw tulis diatas sangat mungkin sudah dipikirkan oleh pejabat yang berkepentingan, para ahli ataupun pemerhati transportasi. Namun kenyataannya sampai saat ini hampir tidak ada aksi yang nyata, dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. kalaupun ada, maaf hanya anget-anget tahi ayam. Di negara ini terlalu banyak orang pintar, tetapi sangat sedikit orang yang bisa atau mau mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya. Mungkin juga sangat berhubungan dengan kesejahteraan. Karena pemerintah atau pejabat, lebih memikirkan perut sendiri dari pada memikirkan perut rakyat (njing bahasa gue). Memang diperlukan dana yang tidak sedikit, tapi kalau dibandingkan dengan uang yang negara yang lenyap akibat korupsi.. wah tidak bisa dibayangkan!

Akhir kata, sebagai warga negara yang baik, yang perduli sama negaranya, gue merasa terpanggil untuk memberikan pikiran-pikiran yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pejabat yang berkepentingan. Kalaupun tidak, setidaknya gue telah berusaha memikirkan kemajuan diri gue sendiri. 

Wassalam.

Sunday, February 12, 2012

Kepompong Nganggur itu apah...???

entah mau bilang berita baik atau buruk yah ketika saya ingin memulai untuk menulis di sini, mungkin karena banyak nya saya menganggur yah, jadi nya yaa sempet-sempetnya menulis hal-hal yang tidak penting begini yah, haha

kalau dipikir baik nya, lebih baik menulis begini yah ketika nganggur, daripada merepotkan orang tua (walau sebenernya begini juga ngerepotin, masih pakai listrik orang tua), daripada ngerokok yah, ngebakar uang, atau memakai narkoba.. aduh itu ngga banget yah, atau mungkin daripada nongkrong di sevel yah?! udah ngabisin duit, walo sering nya beli satu slurpee yg ukuran small yah, tapi nongkrong nya berjam-jam yah, lama lama bangkrut itu sevel. ada seratus ajah orang begitu, hahahaa ah sudah lah..

kalau dipikir buruk nyah,, nah ini nih, mengeksploitasi aib sendiri inih sebenarnya.. bangun tidur, plangaaaa plongooooo, nyari makanan, tidur lagi.. walo omset sebulan kadang-kadang bisa menghasilkan jutaan, kadang malah nihil. nol..
bukan nya cari kerja, malah nulis-nulis beginian yah.. hadeuh, dasar kurang kerjaan kata emak gue, hahaha.

berawal dari ketertarikan membaca postingan temen-temen, apalagi ketika membaca postingan nya mas Bambang Pamungkas, iyaa striker timnas kebanggaan kita, ingin rasa nya juga untuk membuat postingan-postingan. nah, kebingungan muncul ketika membuka situs blog ini, bingung mesti ngapain, yaa gue isi aja kolom kolom yg mesti diisi, dan sampailah di kolom nama.. smua kolom udh keisi, kecuali kolom titik titik @blogspot.com .. ada kali setengah jam sampe nemu nama, kepompong-nganggur, hahaha ga tau kenapa bisa tercetus ide membuat nama itu. yah apalah arti sebuah nama yah..
panggil aje gue bombom, lahir 27 tahun lalu, anak pertama dari peranakan Banjarmasin - Solo, lulusan ... mmmmph lulusan mana yah.. ah sudahlah. punya adek 1, kuliah di STIP yang kmaren kena kasus, yaa tau lah kasus apa yah.. perut agak maju, pantat agak mundur, tinggi 169cm (mayan laah bokap aja cuman 160cm), berat ... (duh ini sensitip bgt nih).
tapi yang gue bingungin sampe sekarang itu, gue lahir di Banjarmasin, tapi ga bisa bahasa daerah sana, apalagi bahasa jawa, hadeuh.. boro-boro.. kesian yah gue..

yah itulah mungkin cerita singkat nya.. klo mungkin ada kekurangan, mohon dimaklumin, namanya juga baru-baru nyoba nulis.. yah yah
terakhir dari saya, gak papa lah yah menulis blog, Apapun motivasinya, selama tak menyebar fitnah, sah-sah saja lah. 

Sang Traktor dari Buenos Aires

Javier Adelmar Zanetti (lahir di Buenos Aires, 10 Agustus 1973; umur 38 tahun) adalah pemain sepak bola Argentina yang berposisi bek dan sebagai kapten tim di Inter.
Di level klub, Zanetti pernah bermainuntuk klub Talleres de Remedios de Escalada (divisi 3) dan Banfield sebelum pergi ke Italia yaitu ke klub Internazionale Milano pada tahun 1995. Bersama klub ini ia telah tampil sebanyak 454 kali dan mencetak 17 gol.
Untuk Argentina, pemain bertinggi badan 176 cm ini tampil 101 kali (pada Juli 2005) dan pemain berjuluk Il Capitano (The Captain) atau El Tractor (The Tractor) memperkuat negaranya pada Piala Dunia 1998 dan Piala Dunia 2002. Ia juga sebagai anggota tim Olimpiade sepak bola negaranya saat merebut medali perak Olimpiade musim panas tahun 1996 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat .
Zanetti terkenal dengan adaptasi tingginya di setiap posisi defensif. Ia dapat bermain di posisi bek sayap, jangkar (gelandang bertahan), gelandang tengah, serta sebagai winger (pemain sayap). Itulah sebabnya ia dijuluki El Tractor. Pria yang menjabat sebagai kapten Inter sejak 1998 ini juga punya kehebatan dalam hal menggiring bola. Ia pun punya visi menyerang dan bertahan yang seimbang.
Selain itu, Zanetti, yang selalu dipercaya sebagai starting XI andalan sejak Inter dilatih oleh Luis Suarez pada tahun 1995, mencetak rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah I Nerazzurri. Pria yang telah membela timnas Argentina sejak 1994 ini telah melewati rekor Giuseppe Bergomi, yang mencetak caps sebanyak 519 dan membela panji La Beneamata pada periode 1980-1999. Zanetti menyamakan caps-nya dengan Bergomi ketika Inter membungkam Bologna FC dengan skor 4-1 pada tanggal 16 Januari 2011.
"Saya berharap tampil sempurna di partai ini. Apalagi, Inter akan bermain di Giuseppe Meazza, tempat di mana saya menghabiskan lebih dari 15 tahun hidup saya." Demikian kata Zanetti sebelum memainkan partai Inter vs Bologna-merujuk pada Zanetti yang akan mencetak rekor sebagai pemain dengan caps terbanyak di Inter.

mengapa saya posting tentang beliau.. karena beliau adalah idola, dan alasan mengapa saya jatuh cinta akan biru-hitam INTERNAZIONALE MILANO. grazie!