Wednesday, May 23, 2012

BENVENUTI INTERNAZIONALE!

Menurut gue, hari ini special.. karna apa?! INTERNAZIONALE.. tau?? yaa itu.. klub yg warna nya hitam-biru yg bermarkas di kota Milano yg berdiri pada taon 1908, ga ada lagi.. itu mendaratkan kaki nya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar jam 11 tadi pagi, setelah molor dari rencana awal yaitu jam 10. Sekitar 5000 INTERISTI hadir menyambut kedatangan la squadra beneamata ini.. chant" pazza INTER amala, tidak henti-hentinya mereka kumandangkan. dan ketika para pemain terlihat, suasana pun kembali menggila.. yaa, Crazy Atmosfir in Terminal 2D Soetta. Mulai Dari Il Capitano Javier Zanetti, Il Pricipe Diego Milito, Chuchu Cambiasso, dll.
Semua ingin mengambil foto, semua ingin bersalaman, ingin berpelukan, yah itulah mereka para ULTRAS INTERISTI INDONESIA.


Sejumlah kegiatan baik amal maupun kursus kepelatihan singkat bakal dilakoni Inter Milan selama berkunjung ke Jakarta, Rabu (23/5) hingga Sabtu (26/5).

Berdasarkan agenda yang dirilis panitia, disamping melakoni dua laga uji coba dan jumpa penggemar, Inter akan berkunjung ke panti asuhan serta tempat bersejarah di sekitar Jakarta.



Manajemen dan direksi klub telah terlebih dahulu tiba di Indonesia sejak Selasa (22/5) pagi WIB. Sedangkan rombongan tim baru tiba di Jakarta, Rabu (23/5) pagi WIB.

Berikut agenda Inter di Jakarta:
Rabu. 23 Mei 2012
10.15: Pemain dan staf pelatih yang berjumlah 38 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta untuk memulai rangkaian Inter Indonesia Tour 2012.
11.30: Seluruh anggota rombongan Inter menginap di Hotel Mulia yang terletak di kawasan Senayan.
12.30: Jumpa pers Inter. Keterangan pers pertama setibanya di Jakarta. Acara dihadiri pelatih kepala dan satu pemain.
14.00-15.00: Managers meeting
17.30-18-30: Sesi latihan di SUGBK. Latihan pertama di Jakarta. Sesi ini terbuka untuk media dan penonton yang sudah membeli tiket latihan.

Kamis, 24 Mei 2012
10.00: Menghadap Menpora. Seluruh rombongan Inter, mulai pelatih hingga pemain, ikut dalam kunjungan ke Kantor Kemenpora. Rombongan ini dipimpin Ernesto Paolillo, CEO Inter.
19.00: Liga Selection vs Inter. Laga persahabatan pertama di Jakarta digelar. Inter akan menghadapi Liga Selection, tim gabungan pemain klub IPL, baik asing dan lokal.
21.00: Jumpa Pers usai laga

Jumat, 25 Mei 2012
09.30: Coaching clinic. Sesi ini untuk peserta yang sudah mendaftar, ditambah pemain dari Liga TopSkor U-13. Dihadiri pelatih kepala plus empat pemain Inter.
10.00: Berkunjung ke panti asuhan. Aktivitas sosial ini berlangsung di Panti Dwituna Rawinala. Terdapat dua pemain dan dua ofisial klub Inter dalam agenda tersebut.
17.30: Sesi latihan di SUGBK. Latihan kedua selama Jakarta. Sesi ini terbuka untuk seluruh media dan penonton yang sudah membeli tiket menyaksikan latihan.
20.00: Berkunjung ke Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia. Kunjungan ini dimaksudkan untuk temu akrab antara tim Italia dan kedutaan “Negeri Pizza” ini di Indonesia. Seluruh rombongan Inter Tour hadir.

Sabtu, 26 Mei 2012
14.30: Berkunjung ke Roemah Djawa. Kunjungan ini untuk melihat salah satu bangunan cagar budaya asli Indonesia. Agenda ini akan diikuti CEO Inter dan keluarga Presiden Inter. tertutup
19.00: Timnas U-23 vs Inter
21.00: Jumpa pers usai laga

Minggu, 27 Mei 2012
Manajemen dan pemain Inter Milan kembali ke Italia.



Strama membawa 20 pemain gabungan antara Senior n Junior, diantaranya:

Goalkeepers12 Luca Castellazzi, 21 Paolo Orlandoni, 91 Raffaele Di Gennaro;

DefendersIvan Cordoba, Javier Zanetti, 13 Maicon, 24 Paolo Hernan Dellafiore, 25Walter Samuel, 34 Cristiano Biraghi, 42 Jonathan;

Midfielders17 Angelo Palombo, 18 Andrea Poli, 19 Esteban Cambiasso, 29 Coutinho, 48 Lorenzo Crisetig; 53 Luca Tremolada;


AttackersGiampaolo Pazzini, 22 Diego Milito; 81 Samuele Longo, 96 Giovanni Terrani.


Tiket sudah ditangan, Jersey n Syal ready, siap meluncur ke GBK besok. FORZA INTER!!

Monday, May 7, 2012

Juru Masak - Koki - Chef

Cilukbaaaaaaaa.. I'm Back!
Hobby memasak itu menyenangkan loh, porsi sesuai yang kita mau, rasa juga yang kita 'banget', fun deh pokoknya kalo bisa masak sendiri, apalagi bisa memasak untuk orang yang kita sayangi. Saking bangga nya bisa memasak sendiri, sampai" kita memberi gelar pada diri kita sendiri itu 'CHEF'. Tidak terkecuali ane sendiri :))
Ternyata eh ternyata, tak sekedar kemampuan memasak yang dibutuhkan untuk menjadi seorang chef. Yang pasti, profesi ini sekarang sangat-sangat menjanjikan. Tidak hanya untuk menjadi Profesional di 'kitchen' restoran ternama, tapi sekarang profesi CHEF itu sudah merambah dunia Entertaintment! Wow..
Apa yang pertama kali terbayang di benak Anda saat mendengar kata CHEF? Seorang pria gagah berpakaian putih, celana hitam atau putih kotak-kotak kecil, memakai topi tinggi dan menjadi raja sebuah dapur yang kehadirannya biasa Anda jumpai di sebuah hotel berbintang atau resto ‘kelas kakap‘? Dulu, istilah CHEF mungkin tidak terlalu dekat dengan keseharian masyarakat, hanya kalangan tertentu berkantong tebal yang ‘kenal‘ dengan CHEF karena merekalah yang biasa menikmati santapan lezat di hotel atau resto mewah.
Kini, berkat banyaknya bermunculan acara masak di tipi, istilah CHEF mulai terasa dekat di masyarakat umum, meski pada kenyataannya tak semua pembawa acara kuliner adalah seorang CHEF. Sebenarnya, apa persyaratan seseorang berhak mendapat julukan CHEF?

Artikel ini dimaksudkan untuk membuka wawasan mengenai  CHEF, tanpa bermaksud menghakimi siapapun. Selanjutnya, Anda dapat mengambil kesimpulan sendiri.

Definisi CHEF
Sebenarnya kata  CHEF  diambil dari bahasa Perancis, yang dalam Bahasa Inggris artinya adalah Chief atau leader, dalam bahasa Indonesia pimpinan. Jadi, tidak setiap Chef adalah Kepala Juru Masak. Sebagai contoh adalah Chef de Police, artinya adalah Kepala Polisi. Contoh lainnya adalah Chef de Beuro atau Kepala Biro dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, bisa dikatakan setiap pimpinan di Perancis, ya, namanya Chef, tergantung bidang dan profesi apa yang di gelutinya. Kalau Kepala Juru Masak? Kepala Juru Masak adalah Chef de Cuisine atau Chef de Patisserie untuk Chef Pastri. Di dapur pun ada yang namanya Chef de Partie (CDP) atau Kepala Bagian, tergantung dapur yang ia pimpin. CDP ini juga bukan hanya di dapur, bisa juga dia adalah Kepala Bagian yang lain.

Mengapa Perancis?
Lantas, kenapa namanya harus Chef, dan bukan Chief? Kenapa yang digunakan adalah istilah bahasa Perancis. Jawabannya sederhana, karena Perancis merupakan kiblat kuliner dunia. Negara ini punya sejarah panjang dalam hal kulinari, lebih dari 500 tahun. Perancis adalah negara pertama yang menyebarkan para Chef-nya, baik dengan sengaja maupun tidak. Di samping itu, terminolgi di dapur kebanyakan juga menggunakan Bahasa Perancis sebagai pengantar. Misalnya brunois (baca: brunoas, yang artinya potongan sayuran kotak-kotak kecil dengan ukuran 2 mm x 2 mm x 2 mm), Mire Poix (kumpulan sayur-mayur tertentu yang fungsinya sebagai aroma dalam pembuatan masakan), atau Bouquet Garny (kumpulan rempah-rempah yang diikat atau dibungkus dengan kain, untuk cita rasa).Sebenarnya hidangan Perancis pun telah pula terpengaruh oleh negara dan bangsa lainnya, dan yang paling kental adalah dari Italia. Menurut sejarah, pada abad 15-16 seorang puteri bangsawan dari Florence, Itali, menikah dengan Raja Henri dari Perancis. Puteri inilah yang membawa dan memperkenalkan teknik masak dari Italia ke Perancis. Di samping itu, kulinari Perancis juga ikut mendapat pengaruh dari negara-negara yang di taklukkannya.
Menurut Amy B Trubek, seorang mahasiswi dari Universitas Pensylvania Amerika Serikat dalam tesisnya untuk mendapat gelar Doktor, Perancis sudah mulai membuat dan menyebarkan buku dan teknik-teknik memasak sejak beberapa abad yang lalu. Makanya tak heran jika pamornya di dunia kuliner sudah sangat kuat. Perancis juga melakukan pendokumentasian yang bagus. Dan yang paling penting adalah dukungan penuh dari Pemerintah Perancis.
Hingga kini, belum ada negara lain yang mampu menyaingi Perancis sebagai kiblat kuliner. Dengan menguasai teknik pengolahan makanan Perancis, akan lebih mudah bagi seorang calon juru masak untuk mengolah hidangan dari negara lain.

Bagaimana seseorang bisa disebut sebagai seorang CHEF?
Pertanyaan ini cukup banyak diajukan. Merujuk pada buku Professional Cooking oleh Wyne Gisslen, disebutkan bahwa ijazah tidak akan membuat Anda menjadi seorang Chef dan Anda baru bisa disebuk sebagai juru masak setelah memasak sebanyak ribuan kali. Apakah jika kita lulus dari sebuah sekolah atau perguaruan tinggi, otomatis menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan? Jawabannya tentu saja tidak, kecuali jika perusahaan itu miliknya sendiri atau kelurganya, dan dia diangkat menjadi pemimpin di perusahaan itu.Seperti telah disebutkan, perlu kerja keras dan semangat yang kuat jika ingin menjadi seorang Chef. Chef itu sama dengan pemimpin. Dan, Chef yang kita bicarakan di sini adalah seorang kepala atau pimpinan sebuah dapur. Jadi, Chef adalah sebuah profesi, sama dengan profesi-profesi yang lain, misalnya dosen, guru, dokter, pilot dan lain sebagainya.

Untuk menjadi seorang Chef, ada banyak jalur yang bisa ditempuh. Pada jenjang sekolah tinggi, paling tidak, bisa melalui SMK jurusan tata boga atau jurusan perhotelan. Untuk yang lebih tinggi lagi, bisa bergabung dengan akademi-akademi perhotelan atau Sekolah Tinggi Pariwisata. Tentunya lulusannya tak serta merta mendapatkan gelar Chef, kecuali setelah lulus langsung membuka usaha restoran dan menjadi Chef-nya.
Untuk menjadi seoran Chef, butuh pengalaman dan jam terbang yang tinggi, karena kalau sudah menjadi Chef maka bukan hanya kemampuan memasak yang dibutuhkan, tetapi sudah menjadi luas, yaitu kemampuan berorganisasi. Pada dasarnya persyaratan seorang Chef akan sama dengan persyaratan seorang pemimpin. Chef adalah profesi yang membutuhkan proses yang panjang untuk pencapaiannya, bahkan bisa mencapai puluhan tahun (ada juga yang bisa mencapainya dalam bilangan tahun).

Chef juga banyak tingkatannya, mulai dari Demmie Chef hingga Executive Chef. Apakah yang tidak pernah bersekolah di bidang perhotelan bisa menjadi seorang Chef? Bisa! Syaratnya adalah kemauan yang keras untuk mencapai jabatan puncak di sebuah dapur.
Pada saat ini, di Indonesia telah ada beberapa orang Indonesia yang dipercaya untuk memegang kendali di dapur-dapur hotel berbintang, baik bintang 4 maupun 5. Hal ini tentu sangat menggembirakan, walaupun di luar negeri sebenarnya sudah banyak juga orang-orang Indonsia yang mempunya jabatan sebagai Chef maupun Executive Chef.

Agak ribet ternyata yah untuk menjadi seorang 'CHEF', tapi selama itu dalam lingkup keluarga dirumah, ga masalah kali yaa kalo ane menyebut diri ane sendiri ini CHEF, huehehehe..
wassalam.